Hari Pers Nasional & Media Sosial

Hari ini, tanggal 9 Februari adalah Hari Pers Nasional yang bertepatan dengan ulang tahun Asosiasi Wartawan Indonesia atau PWI. Hari Pers Nasional berpusat di Medan, Sumatra Utara. Kegiatan Hari Pers Nasional akan dipenuhi dengan berbagai kegiatan seperti workshop, seminar, dan berbagai acara dialog. Pendirian Hari Pers Nasional pada tanggal 9 Februari sangat terkait dengan pendirian PWI pada tanggal 9 Februari 1946. (sumber: Tempo.co)

Tema Hari Pers Nasional 2023 adalah "Pers Bebas, Demokrasi Mulia" dan logo memperlihatkan seutas pita dengan warna merah pada huruf "H" dan "N", dan huruf "P" yang berwarna-warni di tengah yang menyatu dengan "H" dan "N". Maskot Hari Pers Nasional 2023 adalah seekor harimau yang mengenakan pakaian tradisional Nias, memegang pena merah dan memakai kamera di lehernya. Signifikansi logo adalah huruf "P" berwarna-warni yang mewakili keberagaman komponen pers dan pita yang mewakili persatuan antar komponen. Signifikansi maskot adalah pakaian tradisional yang mewakili kekuatan, keberanian, dan kemampuan, harimau yang mewakili satwa liar yang dilindungi di Sumatra. Pena merah yang mewakili pekerjaan pers untuk meningkatkan kompetensinya, dan kamera yang mewakili teknologi dalam jurnalisme. Keberadaan pers sangat penting dalam kehidupan manusia dan penting untuk memahami dan mematuhi aturan dan norma dalam jurnalisme. (sumber: Tempo.co)

Pers & Media Sosial

Kemajuan teknologi membuat persaingan pada era digital semakin intens dan media harus mampu bersaing melawan lawan yang lebih kuat. Media sosial adalah media digital yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan konten seperti blog, jaringan sosial, wikipedia, forum, dan dunia virtual tanpa terbatas oleh ruang dan waktu. Blog, jaringan sosial, dan wikipedia adalah bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh orang di seluruh dunia. Media sosial digunakan lebih sering oleh publik daripada media massa. Akibatnya, banyak orang memiliki kesalahpahaman tentang media sosial, yang menyebabkan terciptanya berita palsu dan hoax yang disebar ke publik dan bisa mempengaruhi pemikiran mereka.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, media massa kalah jauh dan bisa dikalahkan oleh media sosial dengan lebih banyak pengguna. Pers diharapkan untuk meningkatkan kehadiran media massa dalam dunia media dengan memandu wartawan untuk lebih memahami dan memahami aturan dan prosedur yang berlaku dalam dunia jurnalisme. Ini dilihat sebagai cara untuk bersaing dengan kehadiran media sosial yang superior pada persaingan era digital saat ini. Namun, penurunan media massa disebabkan oleh media yang menjadikan informasi pada media sosial sebagai acuan mereka. Pada akhirnya, publik akan mengalami penurunan kemampuan literasi mereka.

Dalam usaha untuk meningkatkan kualitas literasi, termasuk peningkatan media mainstream diharapkan melaksanakan fungsinya sebagai alat untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap literasi. Media mainstream harus mampu menghilangkan berita bohong dan hoax, dan mempromosikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya. Untuk mencapai ini, media cetak harus memperkuat standar etika dan profesionalisme. Kemudian, menjadikannya sumber informasi yang dapat dipercaya bagi masyarakat.

Media Sosial BPR Kurnia Sewon

Kunjungi media sosial BPR Kurnia Sewon dalam berbagai platform: Facebook, Instagram, Youtube Channel dan TikTok. Kamu bisa meng-klik icon masing-masing platform media sosial BPR Kurnia Sewon di bawah, untuk mengetahui info terkini dan fasilitas dari BPR Kurnia Sewon. Selamat Hari Pers Nasional 2023!

(admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *