BPR Kurnia Sewon Gelar Pelatihan Foto Produk dan Copywriting untuk Dorong UMKM Naik Kelas

BANTUL — Dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Oktober 2026 sekaligus mendukung daya saing produk lokal, BPR Kurnia Sewon menggelar pelatihan bertajuk “Dasar Foto Produk & Copywriting untuk Meningkatkan Penjualan Produk di Marketplace” pada Rabu (21/10/2026) yang bertempat di Kantor Pusat BPR Kurnia Sewon.
Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari wilayah Bantul dan sekitarnya. Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali para pengusaha lokal dengan keterampilan praktis pemasaran digital di tengah ketatnya persaingan pasar online.
Dalam sambutannya, Direktur Utama BPR Kurnia Sewon, Alb. Nojendra P.N., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen nyata lembaga dalam mendampingi tumbuh kembang UMKM secara berkelanjutan—tidak hanya melalui pemberian akses permodalan, tetapi juga peningkatan kapasitas dan literasi usaha.
“Kami ingin para pelaku UMKM tidak hanya berfokus pada kualitas produksi, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dalam memasarkan produknya secara digital. Visual yang estetik serta narasi promosi yang tepat dan persuasif adalah kunci utama untuk memikat calon pelanggan di marketplace saat ini. Melalui pelatihan ini, kami berharap UMKM dapat makin percaya diri dan mampu mengoptimalkan penjualan online mereka,” ujar Alb. Nojendra P.N.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta diajak memahami seni visualisasi produk, mulai dari teknik dasar pencahayaan, penataan sudut pandang (angle), hingga pemanfaatan kamera ponsel agar tampilan produk terlihat profesional. Selain itu, pada sesi copywriting, peserta dilatih menyusun deskripsi produk dan kalimat penawaran (call to action) yang memikat.
Pelaksanaan pelatihan yang bertepatan dengan momen Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 ini diharapkan dapat mengakselerasi literasi digital dan keuangan para pengusaha lokal. Dengan menguasai keterampilan foto produk dan copywriting, para pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan omzet penjualan, memperluas jangkauan pasar, serta memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.
